Erupsi 2026 lebih kecil daripada 2018. Abunya justru menyapu wilayah yang jauh lebih luas, menutup delapan bandar udara, dan memulangkan pelajar Jabodetabek ke layar telepon genggam.
KOSONGSATU.ID — Gunung Anak Krakatau tidak meledak sekali lalu terdiam. Ia memuntahkan material selama sekitar dua puluh lima jam, dari Jumat malam, 4 September 2026, pukul 23.07 WIB, hingga Minggu dini hari pukul 00.04 WIB.
Tujuh tahun lalu, gunung itu melontarkan kolom abu melampaui 55.000 kaki setelah sebagian tubuhnya ambrol. Kali ini kolomnya lebih rendah. Namun abunya mendarat di landasan pacu Soekarno-Hatta.
Di situlah paradoksnya. Yang melumpuhkan Jabodetabek pekan ini bukan kedahsyatan letusan, melainkan kesabarannya — ditambah angin kemarau yang mengangkut material di beberapa lapisan ketinggian sekaligus.
Kolom yang Lebih Pendek, Peta yang Lebih Lebar
Kepala PVMBG Rita Susilawati menolak membaca peristiwa ini sebagai pengulangan 2018. Justru sebaliknya.
“Sebaran abu kali ini lebih luas karena erupsi berlangsung menerus selama sekitar 25 jam,” katanya kepada Detik, Senin, 7 September 2026.
Abu terangkat sampai ketinggian 50.000 kaki, lalu terbawa melintasi Selat Sunda. Bandung, yang berjarak sekitar 260 kilometer dari sumbernya, ikut menerima kiriman itu.
Badan Geologi mempertahankan status Level III (Siaga) yang berlaku sejak 2 Juli 2026, dengan radius terlarang tiga kilometer. Fase menerus memang berakhir. Letusan strombolian berlanjut.
Buletin harian 7 September mencatat 98 gempa hibrida, 93 gempa low frequency, empat tremor menerus, sembilan hembusan, tiga erupsi, dan satu gempa vulkanik dangkal.
Kesimpulannya ditulis tanpa hiasan: “Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi.”
Delapan Bandara, 341 Ribu Penumpang
Kerugian tidak jatuh di kaki gunung. Kerugian jatuh 150 kilometer jauhnya, di ruang tunggu.
Delapan bandar udara ditutup, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Radin Inten II. Pada Senin pagi, 1.558 penerbangan tertunda dan 170.000 penumpang tertahan.
Angka itu terus membengkak. Hingga Selasa dini hari, 8 September 2026, otoritas bandar udara mencatat 2.961 penerbangan terganggu dan 341.000 penumpang terdampak.
Tiga bandar udara beroperasi lagi tepat pukul 00.00 WIB. “Tiga bandar udara terdampak telah kembali beroperasi,” demikian pernyataan Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama.
Sekolah menyusul. Pemerintah Kota Depok memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada 7–8 September untuk PAUD sampai SMP, sederajat dengan madrasah. DKI Jakarta dan Banten mengambil langkah serupa.
Efek berikutnya menyusup ke piring. Badan Gizi Nasional menghentikan sementara Makan Bergizi Gratis di enam wilayah Jawa Barat: Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur, Kota Sukabumi, Depok, dan Purwakarta.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengingatkan dinas pendidikan agar tidak menganggap pemindahan ruang kelas sebagai penurunan standar. “Pengawasan harus dilakukan secara ketat,” ujarnya kepada Antara.
Yang Terdampak dan Yang Terpapar
Dua kata itu sering dipertukarkan pekan ini, padahal cakupannya berbeda jauh.
BNPB memakai definisi sempit. “Ada tiga kabupaten dan 15 kecamatan yang terdampak,” kata Kepala BNPB Suharyanto — tujuh di Lampung Selatan, empat di Pandeglang, empat di Tanggamus. Tidak ada korban jiwa hingga 6 September.
Kementerian Kesehatan memakai definisi luas. Kementerian itu memperkirakan 23,36 juta jiwa terpapar abu di empat provinsi, lalu menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota.
Selisih antara 15 kecamatan dan 23,36 juta jiwa bukan salah hitung. Selisih itu menjelaskan watak bencana modern: kerusakan memusat, gangguan menyebar.
Ingatan yang Ditulis Belakangan
Selat Sunda menyimpan arsip yang lebih tua daripada seismometer mana pun.
Serat Pustakaraja Purwa menceritakan Gunung Kapi yang meledak dan menaikkan permukaan laut, peristiwa yang biasa dipautkan pada 338 Saka atau sekitar 416 Masehi. Naskah itu digubah R.Ng. Ranggawarsita — pujangga Keraton Surakarta abad ke-19.
Jarak empat belas abad antara peristiwa dan penulisnya wajib dinyatakan terus terang. Naskah itu ingatan, bukan rekaman. Para sejarawan pun belum menyepakati apakah Gunung Kapi benar-benar merujuk Krakatau purba.
Yang terdokumentasi rapi justru datang belakangan. Letusan 1883 memicu tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa. Longsoran bawah laut 22 Desember 2018 merenggut 437 nyawa tanpa didahului gempa yang bisa memicu peringatan dini.
Pola itu berulang dengan sabar. Krakatau jarang mengumumkan diri lewat guncangan besar; ia lebih sering bekerja perlahan, lalu menagih di kemudian hari.
Prof. Dian Fiantis dari Universitas Andalas menawarkan kerangka waktu yang lain. Abu yang hari ini menutup bandar udara, katanya, adalah “bahan induk tanah” yang baru berguna setelah puluhan hingga ratusan tahun pelapukan.
Maka yang perlu dibaca dari pekan ini bukan seberapa tinggi kolom abunya, melainkan seberapa lama gunung itu sanggup bertahan menyala.
Indonesia sudah membangun sistem yang mampu menutup delapan bandar udara dalam hitungan jam dan memindahkan jutaan murid ke ruang virtual dalam semalam. Kecepatan reaksinya membaik.
Yang belum membaik adalah cara kita mengukur risiko yang tidak datang sebagai kejutan. Ranggawarsita menulis empat belas abad setelah peristiwanya. Kita masih menghitung setelah bandara ditutup.***
Daftar Rujukan
- Badan Geologi, Kementerian ESDM. Perkembangan Erupsi Gunung Api Anak Krakatau Tanggal 7 September 2026. Buletin harian, 7 September 2026.
- Kementerian ESDM. Aktivitas Anak Krakatau Terus Dipantau, PVMBG Pastikan Status Siaga Tetap Berlaku Usai Erupsi Menerus 25 Jam. Arsip berita, 6 September 2026.
- Detik. PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau 2026 Lebih Luas Daripada 2018. 7 September 2026.
- Detik. Efek Domino Abu Anak Krakatau: Penerbangan, Udara Jakarta hingga Sekolah. 7 September 2026, 06.36 WIB.
- Republika. Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Selasa Dini Hari. 8 September 2026, 05.23 WIB.
- Antara. BNPB: 15 Kecamatan di Lampung & Banten Terdampak Erupsi Anak Krakatau. 6 September 2026, 11.48 WIB.
- Antara. Terembus Abu Vulkanik, Pemkot Depok Terapkan PJJ pada 7–8 September. 7 September 2026.
- Antara. Komisi X DPR Ingatkan Dinas Pendidikan Perkuat Pengawasan Selama PJJ. 7 September 2026.
- Jawa Pos. BGN Hentikan MBG di 6 Wilayah Jawa Barat Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau. 7 September 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau. Siaran pers, 7 September 2026.
- Detik Inet. 10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia. 6 September 2026.
- Kompas. Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang. 31 Desember 2018.
- Repositori Tesis UGM. Serat Pustakaraja Purwa: Serat Darmasarana Karya Pujangga R.Ng. Ranggawarsita di Abad XIX — Analisis Struktur-Resepsi-Genealogi.
- Universitas Andalas. Dari Krakatau Purba ke Anak Krakatau: Membaca Waktu dari Tanah — keterangan pakar Prof. Dr. Ir. Dian Fiantis, M.Sc. 7 September 2026.





Tinggalkan Balasan