Menteri Pertahanan Pete Hegseth merespons santai permintaan tersebut dengan menegaskan bahwa negara memang harus mengeluarkan uang untuk menumpas musuh.
Di sisi lain, konflik ini terus memakan korban jiwa. Militer AS melaporkan kehilangan 13 personel. Sementara itu, lembaga Human Rights Activists News Agency (Hrana) memperkirakan total korban tewas dari seluruh pihak telah mendekati angka 3.200 orang, termasuk 1.400 warga sipil.
Menanti Titik Terang Konflik
Presiden Donald Trump mengklaim operasi militer berjalan sangat baik. Ia optimis AS dapat mencapai target utama: menghancurkan program nuklir Iran, melemahkan militer mereka, dan memutus dukungan Teheran terhadap kelompok proksinya.
Kendati demikian, perang ini telah memicu guncangan serius pada perekonomian global akibat nyaris tertutupnya jalur perdagangan vital di Selat Hormuz. Dunia kini menanti dengan cemas langkah AS selanjutnya, di tengah ketidakpastian mengenai durasi konflik dan potensi pengerahan pasukan darat ke Timur Tengah.***



0 Komentar