Tanaman lokal uwi menyimpan potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif dan bahan baku kemasan ramah lingkungan yang mampu mendukung ketahanan pangan.
KOSONGSATU.ID – Peneliti Departemen Budidaya Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., mendorong revitalisasi uwi (Dioscorea spp.). Komoditas lokal ini dinilai sangat strategis untuk ketahanan pangan berkelanjutan.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) di BRMP Biogen, Selasa, 28 April 2026. “Uwi memiliki potensi strategis sebagai sumber karbohidrat alternatif sekaligus sumber daya genetik penting,” kata Rizky.
Ihwal potensinya, uwi mampu beradaptasi dengan baik di lahan marginal yang kering. Tanaman ini kaya nutrisi seperti karbohidrat kompleks, serat, dan vitamin. Wilayah Magelang, Blora, dan Klaten dinilai berkarakteristik sesuai untuk budidayanya.
Inovasi Pangan dan Kemasan
Selain dikonsumsi langsung, riset global membuktikan potensi uwi dalam teknologi modern. Modifikasi pati uwi dari spesies D. bulbifera dan D. esculenta menjadi nanopartikel pati mampu menghasilkan bahan baku kemasan ramah lingkungan.
Teknik penggilingan bola basah (wet ball-milling) digunakan untuk membuat kemasan yang dapat dimakan (edible packaging). Proses hijau ini memitigasi debu dan panas tanpa menggunakan reagen kimia beracun atau limbah cair berbahaya.
“Modifikasi ini meningkatkan kapasitas penyerapan air, kelarutan, dan sifat viskoelastik pati,” tulis riset nanoteknologi pati tersebut. Kemasan nano ini diklaim lebih transparan, fleksibel, dan memiliki penghalang oksigen yang kuat.
Sebelumnya, riset terkait ubi besar (D. alata), D. rotundata, dan D. trifida mengungkap potensi fermentasi asam laktat. Penambahan bubur mangga dan kultur probiotik pada substrat ubi menghasilkan minuman fungsional bagi pencernaan.
Keragaman dan Ancaman Genetik
Selain itu, karakterisasi 37 aksesi D. alata di wilayah Timur Laut India mengungkap kekayaan keragaman genetik. Riset menunjukkan variasi signifikan pada 57 sifat morfologi dan kandungan pati yang berkisar 48,44 hingga 78,49 persen.
Dalam studi biologi, ubi besar juga dikonfirmasi sebagai tanaman hari pendek. Fotoperiode pendek secara efektif menginduksi bunga subur pada 75 persen genotipe. Penemuan ini krusial bagi program pemuliaan untuk merakit varietas unggul.
Meski menjanjikan banyak inovasi, pengembangan tanaman uwi di Indonesia masih terhambat. Ancaman erosi genetik, ketiadaan sistem benih formal yang memadai, serta minimnya dokumentasi varietas lokal menjadi tantangan utama pelestariannya.
Pengembangan uwi diyakini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pilar anti-kelaparan, produksi, dan ekosistem daratan. “Oleh karena itu, diperlukan langkah konservasi dan pengembangan yang terintegrasi melalui pendekatan in-situ dan ex-situ,” kata Rizky.
Ia menekankan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati ini membutuhkan sinergi banyak pihak. “(Pendekatan ini mencakup) penguatan sistem benih berbasis masyarakat, serta pengembangan agroforestri dan kelembagaan petani,” tuturnya mengakhiri penjelasan.
Dari sebatas umbi-umbian liar yang kerap dilupakan, uwi kini bertransformasi menjadi kandidat penyelamat krisis pangan dan polusi plastik global. Dengan keajaiban teknologi nano hingga fermentasi probiotik, mampukah tanaman warisan leluhur ini merebut kembali takhtanya dan menyelamatkan bumi kita?***
Daftar Rujukan Tambahan:
- Kirana, R.P. (2026). Revitalisasi Uwi (Dioscorea spp.) sebagai Komoditas Strategis SDG untuk Ketahanan Pangan dan Konservasi Berkelanjutan di Jawa Tengah. Presentasi pada Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), BRMP Biogen, 28–29 April 2026.
- Riset Karakterisasi Morfologi dan Biokimia Aksesi Dioscorea alata di wilayah Timur Laut India (Analisis 57 sifat morfologi dan kandungan pati 48,44% – 78,49%). Tautan Penelusuran Google Scholar
- Riset Regulasi Pembungaan dan Fotoperiodisme Tanaman Ubi (Induksi bunga tanaman hari pendek dan aplikasi zat penghambat etilen silver thiosulfate). Tautan Penelusuran Google Scholar
- Studi Aplikasi Fermentasi Asam Laktat pada D. rotundata, D. trifida, dan D. alata (Sinergi mangga dan probiotik Lactobacillus acidophilus serta Bifidobacterium lactis). Tautan Penelusuran Google Scholar
- Riset Nanoteknologi Pati untuk Kemasan Ramah Lingkungan (Sintesis nanopartikel pati dari D. bulbifera dan D. esculenta menggunakan teknik wet ball-milling hijau untuk edible packaging). Tautan Penelusuran Google Scholar





Tinggalkan Balasan