Harga nikel melonjak setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerapan tarif ekspor untuk komoditas nikel dan batu bara, langkah yang akan membatasi pasokan dari produsen terbesar dunia.
KOSONGSATU.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi persetujuan tersebut usai rapat terbatas di Jakarta, Rabu (25/3). Harga nikel berjangka di London Metal Exchange langsung melonjak hingga 2,7 persen.
“Presiden telah menyetujui tarif ekspor untuk batu bara dan nikel,” ujar Purbaya, dikutip dari Bloomberg.com, Rabu (25/3/2026).
Pemerintah Indonesia masih membahas besaran tarif spesifik yang akan dikenakan. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi dan pengendalian pasokan komoditas strategis di tengah tingginya permintaan global untuk industri baterai kendaraan listrik.
Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, menyumbang lebih dari separuh pasokan global. Kebijakan ekspor yang membatasi pasokan biasanya memicu lonjakan harga di pasar internasional.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo terus melanjutkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang digagas pemerintahan sebelumnya, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri.***




Tinggalkan Balasan