Fenomena “Ring of Fire” hanya terlihat di Antartika, bukan Indonesia


KOSONGSATU.ID — Gerhana Matahari Cincin pertama tahun 2026 terjadi pada Selasa (17/2/2026). Namun, fenomena ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena jalurnya berada jauh di belahan Bumi selatan.

Gerhana cincin terjadi saat Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi. Diameter tampaknya lebih kecil dari Matahari, sehingga menyisakan lingkar cahaya terang di tepinya.

Fenomena ini dikenal sebagai “Ring of Fire”.

Sains di Balik Cincin Api

Berbeda dengan gerhana total, langit tidak menjadi gelap sepenuhnya. Sekitar empat persen piringan Matahari tetap terlihat sebagai cincin cahaya.

Magnitudo gerhana tercatat sekitar 0,96. Artinya, hampir seluruh diameter Matahari tertutup, tetapi tidak sempurna.

Gerhana cincin hanya terjadi ketika Bumi berada dalam bayangan antumbra Bulan.

Jalur Visibilitas Sangat Terbatas

Zona cincin penuh hanya melintasi wilayah Antartika dan sebagian Samudra Selatan dengan lebar jalur sekitar 600 kilometer.

Wilayah selatan Argentina, Chile, Afrika Selatan, Madagaskar, dan Mozambik hanya menyaksikan fase parsial.

Indonesia tidak masuk dalam lintasan gerhana.

Secara waktu, puncak fenomena terjadi pukul 19.12 WIB, saat Matahari telah terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia.

Jadwal Fase Gerhana (WIB)

Berikut jadwal fase gerhana matahari cincin bila menggunakan parameter WIB:

  • Awal parsial: 16.56 WIB
    Awal fase cincin: 18.42 WIB
    Puncak gerhana: 19.12 WIB
    Akhir fase cincin: 19.41 WIB
    Akhir gerhana: 21.27 WIB

Karena posisi geografis dan waktu kejadian, tidak ada fase yang dapat diamati langsung dari Nusantara.

Cara Aman Mengamati

Organisasi astronomi internasional mengingatkan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung.

Pengamat di jalur gerhana wajib menggunakan kacamata bersertifikat ISO 12312-2 atau filter Matahari pada teleskop.

Metode proyeksi lubang jarum menjadi alternatif paling aman.

Alternatif untuk Warga Indonesia

Masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal resmi NASA dan situs Time and Date.