​Pemerintah menargetkan sekitar 300 satuan pelayanan di daerah prioritas tersebut segera diaktivasi mulai pekan depan. Sudaryono juga memastikan bahwa seluruh proses pembukaan dapur baru dilakukan secara transparan untuk mencegah penyimpangan.

Selain itu, pemerintah terus menyisir sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat guna mengantisipasi tumpang tindih identitas, seperti data siswa yang tercatat ganda pada kementerian berbeda. “Kami saling ngobrol antar kementerian sehingga betul-betul tidak ada dobel identitas. Jangan sampai ada yang dobel,” kata Sudaryono.***