Angin berkecepatan hingga 64 kilometer per jam tersebut menerbangkan tenda penonton dan merusak jarak pandang akibat debu tebal. Puncaknya, sebuah lampu tata cahaya jatuh menimpa kerumunan saat DJ John Summit tampil, yang memaksa panggung Do LaB segera ditutup guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Dampak Jadwal dan Kontroversi Artis
Akibat cuaca yang belum stabil, pertunjukan audiovisual Anyma pada hari berikutnya juga terpaksa dibatalkan total. Meski menghadapi kendala alam yang serius, minat publik tetap tidak terbendung dengan harga tiket di pasar sekunder yang meroket hingga mencapai USD2.000 per lembar.
Namun, kemeriahan tersebut sempat terusik oleh aksi panggung Sabrina Carpenter yang memicu perdebatan panas di media sosial. Sang penyanyi dikritik karena dinilai tidak peka terhadap ekspresi budaya Arab dari penonton, yang menambah daftar panjang persoalan pada pekan pertama festival internasional tersebut.
Pilar Ekonomi Negara Bagian
Gubernur California, Gavin Newsom, memberikan pandangannya terkait nilai strategis acara ini bagi wilayahnya pada 15 April 2026. Ia menegaskan bahwa kendati diterjang masalah keamanan, festival tersebut tetap menjadi pilar finansial yang menyuntikkan dana hingga USD700 juta bagi ekonomi lokal.
“Festival ini menopang lebih dari sepuluh ribu lapangan pekerjaan dan mengukuhkan posisi wilayah kita sebagai pusat industri hiburan dunia,” ujar Gavin Newsom, Gubernur California. Ia meyakini bahwa penguatan standar keamanan akan membuat industri hiburan di California tetap solid di masa depan.***




Tinggalkan Balasan