Pemerintah Kota Madiun menggelar Madiun Menari 2026, pertunjukan tari kolosal yang diikuti sekitar 5.000 penari di Jalan Pahlawan, Sabtu malam.

KOSONGSATU.ID – Pemerintah Kota Madiun menggelar Madiun Menari 2026 di kawasan Pahlawan Street Center hingga perempatan Tugu, Jalan Pahlawan, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam. Acara dimulai pukul 18.00 WIB dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Sekitar 5.000 penari dari pelajar, seniman, guru, aparatur sipil negara, anggota PKK, komunitas, hingga masyarakat umum menampilkan Tari Beksan Parisuko secara serentak. Jumlah peserta sempat tercatat sekitar 4.200 orang saat pendaftaran ditutup sehari sebelum acara, kemudian bertambah pada hari pelaksanaan.

Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan kegiatan ini digerakkan oleh partisipasi warga. “Madiun Menari ini bukan acara pemerintah untuk rakyat. Ini gerakan rakyat untuk kotanya,” ujar Bagus, Sabtu malam.

Ia menambahkan ide penyelenggaraan datang dari masyarakat. “Event ini justru pemkot yang diajak masyarakat untuk melestarikan seni tari,” katanya. Peserta mendaftar dan membiayai keikutsertaannya sendiri.

Tari Beksan Parisuko dan Spectra Night

Pamong Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Muhammad Muhrizul Gholy menjelaskan makna tarian yang dibawakan. “Beksan berarti tari, sedangkan parisuko berarti padi atau kegiatan yang menggembirakan,” kata Gholy.

Latihan bersama sudah dimulai sejak awal Agustus 2026 di kawasan Pahlawan Business Center. Selain pelestarian budaya, panitia mengalokasikan lapak penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan Lapangan Gulun dan Bundaran Taman.

Madiun Menari 2026 sekaligus menandai dimulainya Spectra Night, program semacam car free night di Jalan Pahlawan yang direncanakan digelar rutin setiap akhir pekan terakhir dalam sebulan.***