Akibat eskalasi konflik di Gaza, reputasi global berubah drastis. Kini Israel resmi menjadi negara paling tidak disukai pada 2026.
KOSONGSATU. ID – Dunia terus berubah, begitu pula cara masyarakat global menilai suatu negara. Jika sebelumnya negara-negara tertutup sering menjadi sasaran utama sentimen negatif, kini posisi tersebut telah bergeser drastis akibat eskalasi konflik geopolitik.
Sebuah laporan terbaru dari Nira Data bertajuk Persepsi Demokrasi dan Negara 2026 mengungkapkan hasil yang cukup mengejutkan. Dari survei yang melibatkan 46.667 responden global, Israel resmi terpuruk di posisi paling bawah dalam peringkat Persepsi Negara Global tahun ini. Negara tersebut kini dipandang jauh lebih negatif ketimbang Korea Utara, Afghanistan, dan Iran.
Sebaliknya, masyarakat dunia memberikan apresiasi tertinggi kepada negara-negara yang dinilai menjaga stabilitas dan perdamaian. Swiss, Kanada, Jepang, Swedia, dan Italia berhasil mengamankan posisi lima besar sebagai negara yang dipandang paling positif.
Survei ini tidak berjalan sendiri. Nira Data juga merilis Indeks Persepsi Demokrasi 2026 yang menjaring opini 94.146 responden dari 98 negara, memperlihatkan bagaimana warga dunia mengukur kualitas demokrasi di lingkungan mereka.
Isolasi Imbas Tragedi Kemanusiaan
Perubahan persepsi publik ini tentu memiliki akar yang kuat. Merosotnya reputasi Israel berkaitan langsung dengan memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, gempuran militer yang berkelanjutan telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina.
Dunia juga menyoroti tindakan destruktif lainnya, seperti penghancuran infrastruktur sipil yang masif, pengusiran paksa penduduk, hingga taktik pembiaran kelaparan dalam perang. Rentetan peringatan dari pengadilan internasional, pakar PBB, hingga berbagai organisasi hak asasi manusia (HAM) semakin mempertegas pelanggaran hukum internasional yang terjadi. Alhasil, Israel kini menghadapi jurang isolasi internasional yang semakin dalam.
Efek Domino: Pamor Amerika Serikat Ikut Anjlok
Menariknya, kemerosotan citra ini memicu efek domino bagi sekutu utamanya, yakni Amerika Serikat. Laporan yang sama menunjukkan bahwa AS kini menduduki peringkat kelima sebagai negara yang paling dipandang negatif. Popularitas Washington di kancah internasional bahkan tergelincir jauh hingga berada di bawah Rusia dan China.




Tinggalkan Balasan