Serangan AS di Selat Hormuz pada 7 Mei bukan hanya soal militer lawan militer — Iran menuding bom Amerika jatuh di kawasan sipil, dari Pulau Qeshm hingga pesisir Khamir dan Sirik.


KOSONGSATU.ID – Juru bicara angkatan bersenjata Iran menyatakan serangan udara AS menyasar area sipil di sepanjang pesisir Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik — bukan hanya instalasi militer seperti yang diklaim Washington.

Pulau Qeshm adalah titik strategis di pintu masuk Selat Hormuz yang diyakini menjadi basis besar angkatan laut Iran, sekaligus kawasan berpenduduk sipil padat.

Dua Klaim yang Saling Membantah

Komando Pusat AS menegaskan serangan hanya menyasar pangkalan peluncuran rudal dan pesawat nirawak, pusat komando dan kendali, serta simpul pengintaian — bukan kawasan sipil.

Markas Pusat Khatam al-Anbiya menuding AS melancarkan serangan udara yang “menyasar kawasan sipil” secara bersamaan di pelabuhan Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm, dengan keterlibatan negara-negara regional.

Hingga kini belum ada verifikasi independen yang mengonfirmasi atau membantah klaim kerusakan sipil tersebut.

Ceasefire di Atas Kertas

Iran menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran nyata atas kesepakatan gencatan senjata 8 April 2026, sekaligus pelanggaran terhadap Piagam PBB — sementara Trump menyebut insiden itu sekadar “tepukan lembut” dan menegaskan gencatan senjata masih berjalan.

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyebut Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai — namun tidak satu pun dianggap melampaui ambang batas untuk kembali ke operasi tempur penuh.

Tuduhan serangan ke wilayah sipil membawa dimensi baru dalam konflik ini. Jika terbukti, klaim itu tidak hanya menjadi amunisi diplomatik Tehran, tetapi juga membuka pintu bagi tekanan hukum internasional — Iran telah secara eksplisit menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran Pasal 2(4) Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan bersenjata terhadap integritas wilayah negara lain.***