Kepuasan publik stabil di angka 79,2 persen, menunjukkan pemulihan pasca-setahun pemerintahan.


KOSONGSATU.ID—Data terbaru Indekstat pada Februari 2026 menunjukkan angka kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 79,2 persen. Jika dibandingkan dengan data setahun lalu, angka ini memperlihatkan tren stabilitas yang menarik di tengah dinamika ekonomi global.

Pada awal pemerintahan (Januari 2025), tingkat kepuasan publik sempat menyentuh angka 81 persen (Survei Indikator/Litbang Kompas). Namun, memasuki evaluasi satu tahun (Oktober 2025), angka ini mengalami penurunan tipis ke kisaran 77 persen hingga 78,1 persen. 

Kenaikan kembali ke 79,2 persen pada Februari 2026 mengindikasikan bahwa kebijakan percepatan pembangunan dan program sosial mulai membuahkan hasil yang dirasakan masyarakat.

Polarisasi Geografis dan Tantangan Gen Z

Satu pola yang tetap konsisten dari tahun 2025 hingga awal 2026 adalah dominasi dukungan dari wilayah Indonesia Timur. Kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua secara konsisten memberikan rapor hijau di atas 90 persen. 

Hal ini dipicu oleh persepsi positif terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan hilirisasi yang berpusat di luar Jawa.

Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan besar pada kelompok Generasi Z. Dengan tingkat kepuasan 76,88 persen—paling rendah dibanding generasi lainnya—kelompok ini menjadi alarm bagi kebijakan sektor lapangan kerja. Dibandingkan data Oktober 2025, sikap kritis Gen Z meningkat seiring dengan tingginya ekspektasi terhadap upah layak dan akses hunian terjangkau.

Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, mencatat bahwa meski optimisme secara umum luas, kelompok muda tetap menjadi segmen yang paling sensitif terhadap isu ekonomi mikro. 

Strategi pemerintah dalam menjaga harga kebutuhan pokok akan menjadi kunci untuk mempertahankan atau meningkatkan angka kepuasan ini di sisa tahun 2026.***