BI menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam dua tahun. Bagi yang punya cicilan rumah atau kendaraan, ini saatnya mulai berhitung.


KOSONGSATU.ID – Pekan ini, Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen — kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya bertahan di level 4,75 persen sejak November 2025.

Angka itu mungkin terdengar teknis. Tapi dampaknya bisa muncul di tagihan bulanan kamu.

Mengapa BI Menaikkannya?

Kenaikan BI Rate dilakukan utamanya untuk melanjutkan penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dolar AS — tercatat Rp17.700 per dolar pada 19 Mei 2026.

Tekanan datang dari berbagai arah sekaligus. Secara eksternal, perang di Iran memicu kenaikan harga minyak dunia dan inflasi global. Dari sisi domestik, permintaan dolar meningkat karena pembagian dividen perusahaan, kebutuhan jemaah haji dan umrah, serta pembayaran utang luar negeri.

Singkatnya: BI menaikkan suku bunga agar rupiah tidak terus tergerus, dan agar inflasi tetap terkendali dalam jangka menengah.

Apa Artinya bagi Cicilan Kamu?

Kenaikan BI Rate menyebabkan bunga pinjaman di perbankan ikut meningkat. Dampaknya paling terasa pada kredit berbunga mengambang seperti KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, hingga pinjaman usaha.

Yang perlu dicermati adalah soal kecepatan transmisinya. Menurut ekonom Bhima Yudhistira, transmisi kenaikan suku bunga kali ini akan berlangsung lebih cepat dibanding ketika BI Rate turun — karena ketika bunga acuan naik, para deposan cenderung langsung meminta bank menyesuaikan bunga deposito, sehingga bank pun menaikkan bunga kredit.

Artinya, jangan menunggu tiga bulan untuk mulai mengantisipasi.

Ada yang Diuntungkan?

Ya — mereka yang menyimpan uang di bank. Kenaikan BI Rate biasanya diikuti dengan kenaikan bunga deposito dan tabungan, yang menjadi kabar baik bagi penabung karena imbal hasil yang diterima menjadi lebih besar. Suku bunga tinggi juga membuat instrumen pendapatan tetap seperti obligasi negara menjadi lebih menarik bagi investor.

Jadi, bagi yang sedang tidak memiliki cicilan aktif, ini justri bisa jadi momen untuk mengunci imbal hasil deposito lebih tinggi sebelum bank menyesuaikan penawaran.

Langkah Apa yang Bisa Diambil Sekarang?

Bagi pemilik KPR atau kredit kendaraan dengan skema bunga mengambang, ada baiknya segera cek kontrak pinjaman. Tanyakan kepada bank, apakah cicilan akan ikut berubah dan kapan mulai berlaku.

Menurut REI, dampak kenaikan BI Rate terhadap pasar properti diperkirakan tidak akan terasa secara langsung — kemungkinan baru mulai dirasakan dalam dua hingga tiga bulan mendatang. Jendela waktu itu bisa dimanfaatkan untuk merestrukturisasi anggaran atau mempertimbangkan refinancing jika ada opsi bunga tetap yang lebih kompetitif.

Kebijakan moneter memang bukan urusan orang di gedung bank sentral saja. Kali ini, efeknya bisa mendarat langsung di rekening kamu.***