Ketua Umum DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, I Dewa Nyoman S. Hartana, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan situasi global yang penuh ketegangan. Mereka menggarisbawahi pentingnya doa dan ikhtiar spiritual agar Indonesia tetap kokoh dan bisa berperan aktif sebagai penjaga perdamaian dunia.
“Indonesia punya sejarah dan legitimasi moral dari Konferensi Asia-Afrika 1955. Kini saatnya kita ambil peran kembali,” kata Kuswatono.
Kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk dukungan moral kepada Presiden Prabowo agar bisa memimpin Indonesia dengan kebijaksanaan dalam menghadapi gejolak global. “Ini adalah doa bersama untuk bangsa dan pemimpinnya,” tutup Kuswatono.
Dalam tradisi Jawa, ruwatan adalah proses pembersihan diri dan ruang hidup dari energi negatif masa lalu. Dengan ruwatan, diharapkan Indonesia bisa melangkah lebih ringan dan mantap menuju masa depan yang damai dan bermartabat.***



Tinggalkan Balasan