​Melihat antusiasme dan kerukunan tersebut, Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, R.M. Suhardono, S.E., memberikan apresiasi mendalam.

​”Saya mengaturkan banyak terima kasih kepada semua yang telah ikut menyukseskan Ruwat Agung Soekarno ini. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan, sebagai penanggung jawab, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap R.M. Suhardono dengan penuh kerendahan hati.

​Pesan Persatuan di Balik Bubur Sumsum

​Sebagai penutup rangkaian acara, panitia menggelar tradisi selamatan dan pemotongan tumpeng. Menariknya, warga juga menyantap sajian sederhana berupa bubur sumsum. Sambil menikmati kelembutan kuliner tradisional ini, hadirin berdialog santai, bertukar pikiran, dan mengenang kembali jasa besar Bung Karno.

​Peringatan Haul Bung Karno ke-56 ini berhasil menjadi ruang refleksi yang mendalam bagi masyarakat. Warga pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga tekad bulat untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui aksi nyata dan karakter bangsa yang kuat.***