​De Vries menolak permintaan dari perusahaan yang mengklaim sedang mengumpulkan buku lintas bahasa tersebut. “Jika seseorang datang dan berkata ingin membeli beberapa ratus buku Anda, itu sangat aneh,” ujar kolektor cetakan abad ke-16 itu.

​Praktik perusakan buku demi data ini turut menuai kecaman dari pemilik perusahaan antariksa SpaceX, Elon Musk. Ia menyayangkan hancurnya artefak fisik bernilai sejarah tinggi hanya demi mempermudah pelatihan kecerdasan buatan.

​”Saya telah meminta tim AI SpaceX untuk melestarikan buku-buku langka di perpustakaan dan memindainya dengan cara yang lebih sulit daripada sekadar memotong jilid,” kata Musk. ***