“Indonesia selalu berada di garis depan dalam misi perdamaian. Kita siap membantu rakyat Palestina dengan cara yang terhormat,” tegas Presiden Prabowo pada Sabtu (14/2/2026). Pernyataan ini menjadi payung politik bagi kesiapan teknis yang telah disusun oleh jajaran militer dan kementerian terkait sebelumnya.
Sebelum itu, pada Jumat (13/2/2026), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak telah mengonfirmasi bahwa kesiapan fisik dan struktur pasukan sudah mencapai tahap final. TNI telah menyiagakan personel yang dilatih secara khusus untuk misi stabilisasi dan bantuan kemanusiaan, sembari menunggu keputusan politik final dari pemerintah pusat.
“Kami mempersiapkan personel sesuai standar operasi misi internasional. Tetapi detail jumlah final dan waktu keberangkatan masih menunggu keputusan pemerintah,” kata Jenderal Maruli Simanjuntak saat memberikan keterangan pers pada 13 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa skema yang dibahas adalah operasi non-ofensif.
Persiapan administratif dan komposisi pasukan ini awalnya diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pada Selasa (10/2/2026). Prasetyo memerinci bahwa dari total 8.000 personel yang disiapkan, komposisinya didominasi oleh tenaga medis, satuan teknik untuk pembangunan infrastruktur, serta personel logistik.
“Jumlah yang disiapkan bisa mencapai 8.000 personel, namun tentu masih menunggu keputusan final dan mandat resmi,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta pada 10 Februari 2026. Ia kembali mengingatkan bahwa Indonesia tidak mengirim pasukan pemukul, melainkan pasukan yang akan membangun kembali rumah sakit dan fasilitas publik yang hancur.
Tantangan Mandat dan Rekonstruksi Gaza
Meski kesiapan pasukan sudah mencapai angka ribuan, tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah kepastian mandat internasional. Hingga Minggu (15/2/2026), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum mengeluarkan resolusi resmi untuk pembentukan operasi penjaga perdamaian baru di Gaza. Kondisi ini membuat keberangkatan pasukan masih berada dalam status siaga tinggi namun belum bisa digerakkan.



0 Komentar