Relawan membantu membangun rumah untuk keluarga Nurul Ahmad di Dusun Payaman, Desa Ngerong, Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/10). Dukungan datang dalam beragam bentuk, dari tenaga pertukangan dan material hingga makanan untuk pekerja.

KOSONGSATU.ID — Sejak pagi, para relawan mengangkat bata, mengaduk semen, dan merangkai besi. Mereka berbagi pekerjaan sesuai kemampuan, sementara warga lainnya mengirimkan kebutuhan pembangunan dan konsumsi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Rumah Syukur Layak Huni Fatchan Mubiina yang dijalankan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) untuk membantu warga memperoleh hunian layak.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa Pasuruan, Nafan, mengatakan masyarakat dapat terlibat tanpa harus menyumbang uang atau mengerjakan konstruksi.

“Ada yang bisa bantu angkat-angkat saja. Ada yang mengirim kopi dan jajan. Ada yang menyiapkan makanan. Ada yang mengirim semen, atau sekadar mampir memberikan kretek ST (Sehat Tentrem) dan semangat,” ujar Nafan.

Rumah untuk Keluarga Buruh Bangunan

Penerima bantuan itu adalah keluarga Nurul Ahmad, seorang buruh bangunan. Rumahnya dibangun secara bertahap dengan melibatkan relawan dan dukungan masyarakat.

Laporan OPSHID Media yang terbit pada 23 September 2026 menyebut pembangunan dimulai melalui peletakan batu pada Senin (21/09), di Kecamatan Gempol.

Menurut laporan tersebut, keluarga Nurul Ahmad dipilih setelah penyelenggara memeriksa kondisi ekonomi dan tempat tinggalnya. Rumah lama mereka berdinding anyaman bambu dan seng berkarat, dengan bagian atap dari bambu yang rapuh.

Dalam laporan itu, Nafan menyebut pendapatan keluarga belum mencukupi untuk memperbaiki rumah. Bantuan diberikan setelah survei langsung terhadap kondisi hunian.

Kini, pekerjaan berlanjut dari pemasangan bata hingga pengerjaan struktur bangunan. OPSHID membuka kesempatan bagi warga yang ingin menyumbangkan keterampilan, tenaga, waktu, atau material.

Masyarakat yang hendak membantu dapat berkoordinasi dengan pengurus OPSHID di wilayah masing-masing untuk mengetahui kebutuhan pembangunan.***