Harapan masih menyala. Memasuki hari ketujuh hilangnya kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda, tim SAR resmi memperpanjang masa pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal. Di saat bersamaan, penemuan sesosok jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, memunculkan tanda tanya baru. Mungkinkah ini terkait dengan tragedi Arupadhatu 1?

KOSONGSATU.ID-Memasuki hari ketujuh, pencarian kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal sejak 7 September 2026 belum membuahkan hasil. Mengingat batas waktu operasi SAR standar telah usai, otoritas terkait akhirnya mengambil keputusan krusial untuk menambah waktu pencarian.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan pada Senin (14/9/2026) bahwa pencarian akan dilanjutkan. “Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad. Keputusan ini memperpanjang napas operasi SAR setidaknya hingga Kamis, 17 September 2026.

Dalam perpanjangan tiga hari ini, tim SAR memastikan tidak akan mengurangi intensitas pencarian. Al Amrad menegaskan komitmen timnya di Posko SAR Nasional Carita. “Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang, dengan melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” jelasnya.

Kendati kekuatan personel dan peralatan tetap dipertahankan seperti hari-hari sebelumnya, operasi di lapangan sangat bergantung pada kebaikan alam. Pengerahan sejumlah armada dan peralatan canggih seperti drone thermal atau helikopter akan disesuaikan dengan kondisi cuaca maritim di sekitar lokasi pencarian, yang diketahui memiliki arus kuat dan arah angin yang kerap berubah.

Temuan Jenazah di Enggano Bengkulu: Menunggu Hasil Tes DNA

Di tengah penyisiran yang berfokus di area perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga Teluk Semangka, sebuah temuan mengejutkan dilaporkan dari wilayah yang cukup jauh. Sesosok jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.

Meski Pulau Enggano berjarak ratusan kilometer dari titik duga hilangnya Arupadhatu 1, pola persebaran arus laut terbuka tidak menutup segala kemungkinan. Untuk menghindari spekulasi liar dan memberikan kepastian, pihak kepolisian langsung mengambil langkah identifikasi forensik.

Saat ini, kepolisian tengah melakukan proses pencocokan DNA dari jenazah yang ditemukan di Enggano dengan sampel DNA dari keluarga kelima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak. Sembari menanti proses pembuktian ilmiah ini, keluarga korban dan tim SAR gabungan masih menaruh asa besar agar perpanjangan operasi selama tiga hari ke depan mampu menyingkap tabir hilangnya Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda.***