Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi 1.005 warga tewas sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025. Israel terus perluas kontrol hingga 64 persen wilayah, sementara bantuan kemanusiaan baru terpenuhi 36 persen dari target.

KOSONGSATU.ID — Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza menembus 1.005 orang sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi angka itu pada Rabu (17/6/2026), sekaligus mencatat 3.157 orang lainnya mengalami luka-luka.

Total korban tewas sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 kini mencapai 73.016 jiwa, dengan 173.265 orang terluka. Jalur Gaza masih terus dihantam serangan udara hampir setiap hari, ditambah penembakan dan kontak senjata di sepanjang garis batas yang membagi kawasan itu menjadi zona kendali Israel dan Palestina.

Serangan pesawat nirawak Israel dalam beberapa hari terakhir menyasar kota-kota dan kamp pengungsi di Gaza tengah serta Kota Gaza. Meski pertempuran besar telah mereda, fase kedua perjanjian gencatan senjata yang mencakup penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas belum terlaksana.

Israel Kuasai 64 Persen Wilayah Gaza

Sejak Oktober, Israel justru memperkuat kehadirannya dan kini menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza, meningkat dari sekitar 53 persen yang direncanakan dalam kesepakatan awal. Israel tercatat melanggar perjanjian gencatan senjata setidaknya 3.201 kali sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026.

Pelanggaran mencakup serangan udara, penembakan warga sipil, hingga penghancuran properti. Fase kedua perjanjian yang mencakup penarikan pasukan dan pelucutan senjata masih belum terlaksana.

PBB Sebut Bantuan Baru 36 Persen

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk menyatakan hampir 1.000 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diumumkan, dengan mayoritas korban dari kalangan sipil. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang ke-62 Dewan HAM PBB.

Data menunjukkan hanya 52.740 truk bantuan yang masuk ke Gaza dari target 147.000 truk. Artinya, tingkat pemenuhan bantuan baru mencapai sekitar 36 persen. PBB kembali memperingatkan krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah.

Laporan PBB menyebut gelombang perpindahan penduduk ini sebagai eksodus terbesar sejak peristiwa Nakba pada 1948, ketika ratusan ribu warga Palestina pertama kali terusir dari tanah mereka.***