Setelah dua tahun terakhir membantu warga, OPSHID Madiun memilih anggota organisasinya sebagai penerima Rumah Syukur. Kebutuhan tempat tinggal dan pengabdian menjadi pertimbangan.

KOSONGSATU.ID – Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) DPD Madiun membangun Rumah Syukur untuk Ayem Sarjono, anggota yang telah bergabung selama sekitar 20 tahun dan belum memiliki rumah sendiri.

Sarjono tinggal di Dusun Krajan, Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Selama bertahun-tahun, ia dan istrinya berpindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lainnya.

Pembangunan tahun ini berbeda dari dua tahun sebelumnya, ketika bantuan diberikan kepada warga di luar organisasi. Kali ini, OPSHID Madiun memilih penerima dari lingkungan anggotanya sendiri.

Mengapa Sarjono dipilih?

Pertimbangan pemilihan Sarjono mencakup kebutuhan tempat tinggal serta keterlibatannya dalam organisasi selama sekitar dua dekade.

Selama menjadi anggota, ia mengikuti berbagai kegiatan di daerah maupun di pusat Shiddiqiyyah di Losari, Ploso, Jombang.

Bagi OPSHID Madiun, pembangunan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kesejahteraan anggota yang turut menjalankan kegiatan organisasi, tetapi masih belum memiliki hunian sendiri.

Keanggotaan Sarjono menjadi bagian dari pertimbangan itu. Namun, informasi yang tersedia belum merinci proses seleksi, jumlah calon penerima, maupun cara kebutuhan mereka dibandingkan.

Apa tujuan bantuan rumah?

Perwakilan DPP OPSHID, Mulyono, mengatakan organisasi memilih bantuan rumah karena hunian merupakan kebutuhan dasar yang manfaatnya dapat berlangsung lintas generasi.

“Dengan memberikan rumah, harapan kami bisa memperbaiki kenyamanan hidup satu keluarga dan generasi selanjutnya. Serta dapat memutus rantai kemiskinan mereka,” kata Mulyono.

Pernyataan tersebut menjelaskan harapan penyelenggara. Dampak terhadap kondisi ekonomi penerima dalam jangka panjang masih memerlukan penilaian setelah rumah ditempati.

Dalam kasus Sarjono, bantuan ini diharapkan memberikan tempat tinggal tetap bagi pasangan yang selama ini mengandalkan rumah kontrakan.

Dari kontrakan menuju hunian sendiri

Rumah Syukur untuk Sarjono dibangun di Dusun Krajan, Desa Metesih. Setelah selesai, rumah itu diharapkan mengurangi kebutuhan pasangan tersebut untuk berpindah tempat tinggal.

Program disebut memberikan pembangunan rumah secara gratis. Namun, keterangan yang tersedia belum mencantumkan nilai bantuan, status tanah, jadwal penyelesaian, maupun tanggal penyerahan rumah.

Pemilihan Sarjono menunjukkan bahwa bantuan OPSHID Madiun tahun ini menjangkau anggota organisasi yang membutuhkan. Keputusan tersebut berlaku untuk pelaksanaan di Madiun dan belum menunjukkan adanya perubahan sasaran program Rumah Syukur secara nasional.***