Program Rumah Syukur mendapat dana dari iuran warga Shiddiqiyyah, bantuan tetangga, dan dukungan perusahaan. Pengurus OPSHID menyebut Sehat Tentrem sebagai pendukung terbesar, tetapi rincian kontribusi masing-masing sumber belum dijelaskan.

KOSONGSATU.ID – Rumah Syukur dibangun melalui gotong royong warga Shiddiqiyyah dan dukungan sejumlah pihak. Salah satunya adalah Sehat Tentrem, merek kretek produksi PT Sehat Tentrem Jaya Lestari.

Aria Rahman, pengurus DPP Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) bidang Sosial Kemanusiaan, menyebut perusahaan tersebut sebagai pendukung terbesar program.

“Perusahaan tercinta kita Sehat Tentrem, support terbesar program ini,” kata Aria dalam tanya jawab dengan Opshidmedia pada 21 Oktober 2023.

Menurut Aria, pendanaan berasal dari kesadaran anggota OPSHID, patungan warga Shiddiqiyyah, bantuan tetangga, dan perusahaan. Sejumlah daerah yang terdaftar sebagai Mitra Sehat Tentrem juga menabung setiap bulan untuk mendukung program yang berlangsung setiap tahun.

Namun, keterangan tersebut tidak merinci nilai atau persentase sumbangan masing-masing pihak.

Apa bentuk dukungan pada 2026?

Opshidmedia pada 7 Oktober 2026 melaporkan PT Sehat Tentrem Jaya Lestari menyerahkan produk kretek varian Ngeten Purun kepada relawan pembangunan 59 Rumah Syukur.

Penyerahan berlangsung pada 6 Oktober 2026. Menurut laporan itu, paket produk dikirim ke seluruh lokasi pembangunan, termasuk daerah yang jauh.

Rizki Hikmawan, perwakilan tim pemasaran Sehat Tentrem, mengatakan perusahaan turut berkontribusi dalam pembangunan 59 rumah secara serentak di berbagai daerah.

Laporan tersebut menyebut bantuan produk memungkinkan uang yang biasanya dikeluarkan relawan untuk membeli rokok dialihkan ke kebutuhan pembangunan. Ketua DPD OPSHID Nganjuk, yang namanya tidak dicantumkan, mengatakan bantuan itu meringankan beban finansial relawan.

Dukungan berupa produk ini belum menjelaskan besarnya kontribusi uang perusahaan terhadap biaya pembangunan rumah.

Dalam artikel lain pada 3 Oktober 2026, Opshidmedia menyebut sebagian besar hasil penjualan kretek dialokasikan untuk program sosial melalui kerja sama dengan OPSHID. Namun, persentase dan nilai alokasinya tidak disebutkan.

Kedua laporan diterbitkan oleh media yang berafiliasi dengan OPSHID. Informasi di dalamnya belum cukup untuk memastikan besaran dana perusahaan yang masuk ke program Rumah Syukur.

Anggota membayar iuran, penerima mendapat rumah gratis

Menurut Aria, kewajiban iuran tetap berlaku di daerah dengan sedikit warga Shiddiqiyyah atau anggota OPSHID. Kewajiban itu juga berlaku ketika warga setempat mampu membangun satu rumah secara mandiri.

Sementara itu, penerima bantuan tidak dikenai biaya.

“Baik material, tenaga kerja, konsumsi, dan operasional, semua ditanggung oleh OPSHID,” kata Sekretaris DPP OPSHID Mulyono, seperti dikutip ANTARA Jawa Timur pada 2 November 2023.

Salah satu rumah syukur yang dibangun OPSHID.

Opshidmedia pada 1 Oktober 2026 juga menyebut biaya pembangunan dan konsumsi selama pengerjaan ditanggung OPSHID. Tenaga kerja berasal dari anggota yang menjadi relawan.

Keterangan serupa disampaikan panitia program edisi HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia kepada Warta Desa pada 21 Juni 2025. Penerima manfaat disebut tidak dipungut biaya.

Berapa biaya satu rumah?

Aria menyebut standar biaya pembangunan Rumah Syukur sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta per unit.

Laporan dari sejumlah daerah menunjukkan bentuk pembiayaan yang beragam. Di Lamongan, OPSHID mengumpulkan Rp30 juta dari iuran anggota untuk menebus tanah penerima bantuan, menurut Opshidmedia pada 18 September 2024.

Di Klaten, Solopos pada 3 November 2024 melaporkan pembangunan rumah dan pengadaan perabot berasal dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Nilai bantuan diperkirakan Rp100 juta, sementara penghitungan akhirnya saat itu masih berlangsung.

ANTARA menyebut pendanaan bertumpu pada kemandirian dan gotong royong pemuda serta warga Shiddiqiyyah. TIMES Indonesia pada 28 Oktober 2023 juga mencatat dana berasal dari OPSHID dan donatur.

Berbagai keterangan itu menunjukkan adanya beberapa sumber dukungan. Namun, rincian pembagian antara iuran anggota, sumbangan warga, donatur, dan perusahaan belum tersedia dalam laporan-laporan tersebut. Besaran kontribusi Sehat Tentrem masih memerlukan penjelasan dari pengurus dan perusahaan.***