Calon Kades Lebak Hanifur Rofik mengusung transparansi dana dan ruang kreatif pemuda jelang Pilkades serentak Kabupaten Semarang pada 14 Desember 2026.
KOSONGSATU.ID – Calon Kepala Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Hanifur Rofik menyuarakan janji melayani warga menjelang Pilkades serentak Kabupaten Semarang pada 14 Desember 2026.
Pria 55 tahun ini membawa visi transparansi anggaran dan masa depan pemuda. Ia bertekad menyulap desa menjadi ruang kreatif pendukung keahlian kekinian.
“Bakat anak muda Desa Lebak keren-keren, cuma butuh wadah saja. Kita harus arahkan dan fasilitasi,” ungkap Hanifur Rofik di Semarang pada Rabu (21/10/2026).
Gebrakan Transparansi dan Ruang Hijau
Terobosan paling berani darinya adalah komitmen keterbukaan informasi. Rincian penggunaan dana desa kelak dipublikasikan berkala melalui media sosial dan situs web.
“Saatnya No Rahasia-Rahasia Club: Anggaran desa transparan. Duit desa untuk warga, bukan realitas fiktif. Harus terbuka sejak awal, bersih sampai akhir,” tegas Hanifur.
Ia juga menaruh perhatian pada kesejahteraan mental warga. Hanifur berencana memperbanyak fasilitas ruang terbuka hijau guna meminimalkan tingkat stres masyarakat.
Bagi Hanifur, kepemimpinan adalah soal pengabdian berlandaskan ibadah. “Kuncinya adalah pada amanah, semua akan aman,” ucapnya dengan tulus.
Kesiapan Dana dan Pengamanan Pilkades
Pilkades di Desa Lebak merupakan bagian dari agenda serentak di 140 desa. Pemerintah Kabupaten Semarang menggelontorkan dana Rp14,13 miliar untuk hajatan ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, menyebut dana itu merupakan bantuan keuangan murni bagi desa penyelenggara di luar anggaran pengamanan.
Untuk menjaga 900 tempat pemungutan suara, ribuan aparat gabungan disiagakan. Kepala Satpol PP dan Damkar Semarang, Anang Sukoco, menyebut 7.740 personel Linmas diterjunkan.
Pemkab juga mengalokasikan dana hibah pengamanan Rp223 juta untuk Kodim dan Rp608 juta untuk Polres Semarang guna memperlancar patroli di titik rawan.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Semarang bahkan telah menggelar simulasi pengamanan berskala besar di GOR Pandanaran yang melibatkan 487 personel aparat.
“Kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan perannya apabila terjadi peningkatan eskalasi di lapangan,” tegas Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo.***




Tinggalkan Balasan