Konferensi internasional Mu’tamad 2026 akan berlangsung di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada 29–30 Oktober. Kementerian Agama berharap forum ini memperluas kontribusi pesantren dalam kajian akademik global.
KOSONGSATU.ID — Kementerian Agama membuka penerimaan naskah akademik untuk konferensi internasional Mu’tamad 2026. Akademisi, peneliti, dosen Ma’had Aly, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan diundang mengirimkan abstrak hingga 14 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan, forum tersebut ditujukan untuk mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan pemikiran dan persoalan global.
“Pesantren memiliki tradisi keilmuan yang kuat,” kata Basnang di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Konferensi bertajuk Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah itu akan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri.
Pesantren sebagai penghasil gagasan
Menurut Basnang, pesantren perlu berperan sebagai penghasil gagasan dalam kajian Islam, kemanusiaan, dan peradaban, selain menjadi tempat penelitian.
“Melalui forum ini, kita ingin mempertemukan kekayaan tradisi tersebut dengan perkembangan pemikiran dan tantangan global,” ujarnya.
Pembahasan konferensi mencakup internasionalisasi pesantren, harmonisasi kurikulum, dan transformasi digital. Basnang mengatakan pengembangan tersebut perlu bertumpu pada tradisi keilmuan pesantren untuk menjawab perubahan zaman.
Syarat abstrak dan jadwal seleksi
Abstrak ditulis sepanjang 250–300 kata dalam bahasa Arab, Inggris, atau Indonesia. Dokumen harus memuat judul, nama penulis, kata kunci, dan subtema yang dipilih.
Pengiriman dilakukan melalui situs multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id.
Panitia menyediakan delapan subtema, antara lain Islam Wasathiyah, pesantren transformatif, warisan identitas Islam Indonesia, serta harmonisasi akreditasi pendidikan.
Abstrak yang diterima akan diumumkan pada 18 Oktober 2026. Penulis kemudian dijadwalkan mengirimkan naskah lengkap pada 18–23 Oktober, sebelum mempresentasikan makalah terpilih dalam konferensi.
Peluang publikasi
Makalah terpilih berpeluang diterbitkan dalam prosiding konferensi atau jurnal mitra. Publikasi di jurnal tetap mengikuti mekanisme lanjutan.
Selain presentasi makalah, konferensi akan menghadirkan sesi pleno, panel paralel, dan kegiatan untuk mempertemukan peserta dengan mitra akademik internasional.
Direktur Ma’had Aly Kementerian Agama Adib mengatakan, forum tersebut dapat memperkenalkan kajian turats dan metodologi keilmuan Islam yang berkembang di pesantren kepada kalangan akademik internasional.
“Karena itu, kami berharap para penulis dapat menghadirkan gagasan yang memiliki kedalaman akademik sekaligus relevan dengan persoalan nyata,” katanya.***




Tinggalkan Balasan